Di balik kelangkaan chip yang menyebabkan PS5 kesulitan didapat
Di balik kelangkaan chip yang menyebabkan PS5 kesulitan didapat
Industri teknologi tengah berada di titik krisis.
Dewasa ini, jutaan produk — mobil, mesin cuci, telpon pintar, dan lainnya — mengandalkan chip komputer, yang termasuk dikenal sebagai semikonduktor.
Dan saat ini, jumlahnya tidak cukup untuk memenuhi keinginan industri. Akibatnya, banyak produk terkenal mengalami kelangkaan.
Saat ini susah sekali untuk belanja konsol game PS5. Toyota, Ford dan Volvo wajib memperlambat atau menghentikan saat memproduksi di pabrik mereka. Produsen smartphone termasuk merasakan kesulitan, bersama dengan peringatan Apple bahwa kelangkaan tersebut sanggup berdampak terhadap penjualan iPhone.
Baca juga: Berita Luar Negeri
Ketika kasus pembunuhan yang mandek sepanjang 30 tahun kelanjutannya terlewati berkat tes DNA
Apakah manusia yang ‘membawa’ kehidupan ke Planet Mars?
Data ratusan juta peserta BPJS Kesehatan dianggap bocor, 'otomatis yang dirugikan masyarakat'
Bahkan perusahaan yang umumnya tidak dikaitkan bersama dengan chip komputer, terkena dampaknya, misalnya CSSI International, perusahaan AS yang memproduksi mesin pembersih bulu anjing.
Chip komputer menjalankan bermacam kegunaan dalam produk modern, dan seringkali tersedia lebih berasal dari satu dalam satu perangkat.
Beberapa costumer udah mengetahui kasus ini. Penjualan mobil bekas tengah naik, misalnya, gara-gara suplai mobil baru, yang umumnya ditambah ribuan chip, berkurang.
Dalam lebih dari satu bulan mendatang, dan terutama sepanjang Natal, tersedia barangkali dapat lebih banyak ulang produk yang mengalami kekurangan.
Jadi, mengapa ini terjadi?
Situasi ini udah berkembang sepanjang bertahun-tahun, tidak cuma berbulan-bulan.
Koray Köse, analis di perusahaan teknologi Info AS Gartner, menyebutkan bahwa industri chip udah hadapi banyak tekanan sebelum pandemi.
Di antaranya kemunculan 5G, yang meningkatkan permintaan, dan ketetapan AS untuk menghindar penjualan semikonduktor dan teknologi lainnya ke Huawei. Para produsen chip di luar AS pun segera kebanjiran pesanan berasal dari perusahaan China itu.
Kompleksitas manufaktur lainnya termasuk menghindar pasokan komponen tertentu.
Misalnya, tersedia dua pendekatan utama untuk memproduksi chip saat ini: gunakan wafer 200mm atau 300mm. Angka-angka ini mengacu terhadap diameter wafer silikon berwujud lingkaran yang dipotong-potong menjadi banyak chip kecil.
Wafer yang lebih besar harganya lebih mahal dan kerap digunakan untuk perangkat yang lebih canggih.
Tetapi tersedia lonjakan keinginan untuk chip yang lebih murah, yang tertanam dalam bermacam produk costumer yang makin lama beragam; ini artinya teknologi 200mm yang lebih tua menjadi lebih banyak dicari.
Situs berita industri Semiconductor Engineering menyoroti risiko kekurangan chip, lebih dari satu gara-gara kurangnya peralatan manufaktur 200mm, terhadap Februari 2020.
Seiring pandemi berlangsung, berarti awal naik-turunnya keinginan menyebabkan penimbunan dan pemesanan chip di wajah oleh lebih dari satu perusahaan teknologi, yang menyebabkan perusahaan-perusahaan lain kesulitan untuk mendapatkan komponen.
Orang-orang yang bekerja berasal dari rumah butuh laptop, tablet, dan webcam untuk menunjang pekerjaan mereka, dan pabrik-pabrik chip tutup sepanjang lockdown.
Kadang-kadang costumer kesulitan untuk belanja perangkat yang mereka inginkan, meskipun produsen sejauh ini tetap sanggup memenuhi keinginan terhadap akhirnya.
Bagaimanapun, Köse menyebutkan bahwa pandemi bukanlah satu-satunya penyebab kelangkaan chip: "Itu barangkali cuma tetes terakhir dalam air satu ember."
Komentar
Posting Komentar